DENTISTPRENEUR ‘GOES TO CAMPUS’ LAUNCHING at Trans Luxury Hotel Bandung


goes to campus1Dentistpreneur dan Garudapreneur ‘Goes to Campus’ 19 September 2015

Program ‘Goes to Campus’ yang dimulai sebagai bagian acara DIES FORUM FKG UNPAD 2015 telah berlangsung pada hari Sabtu 19 September 2015 di Hotel Trans Luxury Bandung, terimakasih untuk panitia BEM FKG UNPAD yang telah memastikan berjalan dengan lancar dan penuh dengan antusias:)

Kegiatan talkshow dan workshop yang memberikan materi tentang Entrepreneurship dalam bidang kedokteran gigi juga dihadiri oleh ibu Dekan FKG Unpad Dr.drg. Nina Djustiana, M.Kes dan Wakil Dekan I Dr.drg. Dudi Aripin, M.Kes dan memberi sambutan yang membangkitkan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa dan dokter gigi. Dan Entrepreneurship in Dentistry merupakan satu-satunya acara di Konferensi Internasional Dies Forum 2015 yang bersifat dinamis. Artinya, materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta ketika acara:)

Selain membahas tentang pentingnya Business Model Canvas sebagai ‘tool’ dalam bisnis papaun, juga membahas tentang perjalanan seorang dentistpreneur, bagaimana seorang dokter gigi dapat memulai suatu usaha dan perjalanan entrepreneurship di bidang kedokteran gigi.

Dalam talkshow tersebut, ada pasangan suami istri yang datang jauh-jauh dari Banjarmasin, khusus untuk menghadiri acara ini. Mereka telah memiliki 3 (tiga) klinik dan berencana membangun yang ke-4. Pada sesi tanya jawab, mereka langsung bertanya tentang masalah yang dihadapi.

Rupanya mereka kewalahan menangani ketiga klinik yang sudah ada, dan bila klinik ke-4 dibuka, sang suami mengatakan bahwa tidak mungkin dia mampu membelah diri untuk menangani semua klinik. Mereka menanyakan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Dalam informasi lebih lanjut, kami menemukan bahwa meskipun mereka telah melakukan riset pasar yang patut diacungi jempol dan dieksekusi dengan baik namun kenyataannya adalah bahwa perlu ada sistem dalam suatu bisnis, perlu tahu bagaimana membangun sistem.

dua klinik pertama mereka,dimulai dengan praktek gigi memiliki kinerja sangat bagus dan tidak memerlukan waktu lama untuk balik modal, klinik ke-3 rupanya tidak memiliki kinerja seperti dua usaha pertama, hal ini membua mereka was-was karena ini adalah klinik pertama yang melibatkan investor dan mitra di luar modal pribadi mereka.

SISTEM ADALAH JAWABANNYA

Sahabat Dentistpreneur, lebih baik kita mengetahui kenapa kita gagal dengan mengalaminya daripada kita tidak tahu mengapa kita sukses, kata seorang mentor saya, Pak Henry Yonathan, COO Garudapreneur. Bila klinik pertama Sahabat Dentistpreneur berhasil sukses luar biasa, dasyat cetar membahana, jangan terburu-buru membuka klinik lain atau segera diwaralabakan. Sahabat perlu benar-benar mengetahui faktor penentu kesuksesannya.

Kasus suami istri dokter gigi yang sebelumnya dibahas tidak menyadari apa faktor yang membuat klinik pertama dan keduanya sukses, oleh karena itu klinik ke-3 belum dapat mengulangi kesuksesan klinik-klinik sebelumnya, meskipun persiapan dan riset pasar mereka telah dieksekusi dengna baik.

Mengetahui semua faktor-faktor inilah yang menentukan apakah suatu bisnis dapat menjadi bisnis atau menjadi suatu usaha yang dikerjakan sendiri seumur hidup:) Dan melalui informasi inilah, kita dapat mendapatkan cara membangun sistem bisnis yang ‘FIRM’ atau kuat.

Dalam sistem yang akan dijelaskan lebih banyak dalam buku Dentistpreneur Indonesia yang segera terbit di tahun 2016, saya membagi dan membangun sistem dalam 4 bagian inti Manajemen:

1. Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia

2. Sistem Manajemen Operasional Tindakan

3. Sistem Manajemen Finansial

4. Sistem Manajemen Marketing dan Service Excellence

dengan memiliki setidaknya 4 sistem ini, masalah bisnis yang dihadapi pasangan suami istri tersebut dapat diselesaikan. Memang tidak mudah, namun mengerjakannya sejak awal akan mempermudah membangun bisnis yang adekuat dan mempercepat pencapaian tujuan bisnis, entah itu diwaralabakan atau dibangun sendiri.

Dalam model bisnis Dentistpreneur yang memiliki 3 pilar utama : Training dan Edukasi Sumber Daya Manusia, Sistem Bisnis Klinik, dan Bisnis supplier juga mengikuti dan memiliki keempat sistem dasar yang diperlukan dengan membangunnya melalui Business Model Canvas sebagai blueprint atau peta bisnis. Pertanyaannya adalah, dari manakah kita memulainya? ini merupakan bahasan artikel lain yang dapat Sahabat Dentistpreneur baca melalui website ini di lain waktu:)

Sukses Merencanakan Keberhasilan merupakan awal keberhasilan bisnis di bidang kedokteran gigi atau bisnis apapun, mulailah dari sekarang:)

Demikian oleh-oleh kami dari acara ‘Goes to Campus’ di tanggal 19 September 2015, Konferensi internasional Dies ¬†Forum FKG Unpad 2015, semoga Sahabat Dentistpreneur juga mendapatkan manfaat melalui kisah di atas:)

SALAM DENTISTPRENEUR!

 

Martin Febrian,drg

Founder of Dentistpreneur Indonesia

(Diadaptasi dari sharing Henry Yonathan, COO Garudapreneur)

Add Comment